Invest dan trading, belakangan dua istilah ini santer didengar. Walaupun arti dasar kedua kata tersebut juga berbeda, namun berdasarkan pengalaman pada banyak perbincangan yang berhubungan dengan saham, kedua kata ini kerap tertukar.
Lantas bagaimana membedakannya?
Arti invest pada dasarnya melakukan kegiatan investasi seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya, sementara arti trading sendiri sampai saat tulisan ini dibuat belum bisa ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring. Mengacu pada kata dasarnya (n) trade : tukar atau dagang, trading adalah melakukan kegiatan bertukar atau berdagang barang/jasa.
Invest dan trading kemudian berkembang sampai saat ini menjadi dua metode atau dua aliran yang berbeda dalam dunia saham.
Invest
Metode invest dalam dunia saham digunakan oleh seorang investor. Tujuannya secara bertahap memupuk jumlah portofolio dalam jangka panjang, yang pada akhirnya akan menjadi sumber passive income investor tersebut. Seorang investor tidak menjual investasi sahamnya bahkan sampai puluhan tahun agar mendapat profit dalam jangka panjang. Profit yang didapat berupa capital gain, compound interest, reinvesting, stock split, right issue dan dividend yang akan datang.

Trading
Metode trading di sisi lain digunakan oleh seorang trader, dengan cara sesering mungkin melakukan transaksi saham untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek. Cara trading yang paling sederhana adalah membeli saham pada saat harga sedang turun dan menjual kembali ketika harga saham tersebut sudah naik, hal ini tergantung target profit masing-masing trader.
Trading sendiri terbagi lagi ke dalam beberapa gaya/style misalnya ;
- Day trading : Trading jual beli saham pada hari yang sama, tidak ditahan sampai besok
- Swing trading : Trading harian, mingguan bahkan bulanan
- Scalping : Trading profit mini namun berkali-kali dalam sehari, transaksi per menit
Setelah memahami dasar pengertian invest dan trading, kita selanjutnya dapat memilih style kita sendiri, memulai invest dan trading saham Indonesia, maupun saham luar negeri, tidak lupa memahami risk management sehingga tujuan investasi kita dapat tercapai.