First Things First
Sebelum menjawab pertanyaan cara memulai investasi saham, ada baiknya kita juga memahami beberapa hal berikut;
- Tujuan investasi kita untuk apa?
- Dana investasinya dari mana? Gaji kah? Hasil bisnis kah? Uang jajan?
- Berapa besar dana yang dapat dan mau kita investasikan rutin?
- Apakah kita sudah punya dana darurat/tabungan likuid sebelum berinvestasi?
- Gambaran awal berapa lama akan berinvestasi?
Mengenal Bursa Efek Indonesia
Setelah mengerti apa itu investasi serta perbedaan dasarnya dengan trading, dan sudah mendapat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, sudah saatnya kita mengenal tentang Bursa Efek Indonesia (bahasa Inggris : Indonesia Stock Exchange (IDX)).
Bursa Efek Indonesia (BEI) punya sejarah panjang sejak berdiri tahun 1912 silam bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia sendiri. Sebelumnya bernama Bursa Efek Batavia/Jakarta (BEJ) yang kemudian digabungkan dengan Bursa Efek Surabaya (BES) oleh pemerintah untuk menjadi BEI seperti sekarang.

Apa itu Bursa Efek?
Bursa Efek sendiri dalam bahasa awamnya adalah Pasar Modal.
Pasar adalah tempat kita bertransaksi jual-beli, lalu modal/efek adalah surat-surat berharga bukti penyertaan modal yaitu saham dan obligasi.
Bursa Efek adalah tempat di mana kita melakukan transaksi jual beli saham dan obligasi.
Mulai bertransaksi di BEI
Untuk memulai investasi atau trading saham/bertransaksi di BEI, anda memerlukan Rekening Dana Nasabah (RDN), rekening ini berbeda dengan rekening bank yang sudah anda miliki pada umunya. RDN nantinya dipakai hanya untuk bertransaksi di BEI.
Ketika sudah menentukan berapa modal yang ingin diinvestasikan, anda dapat langsung transfer ke RDN. Begitupun sebaliknya ketika sudah mendapatkan profit/keuntungan dari hasil investasi pada RDN, misalnya dari dividend atau capital gain, anda dapat melakukan withdraw/penarikan dana ke rekening bank pada umumnya.
Lantas bagaimana anda dapat membuka RDN?
Catatan tambahan : Rekening Dana Nasabah (RDN) juga kerap disebut Rekening Dana Investor (RDI).
Mengenal Perusahaan Sekuritas
Perusahaan sekuritas lebih dikenal dengan istilah broker saham atau pialang saham, tugasnya menjadi perantara transaksi kita di BEI. Memilih perusahaan sekuritas terbaik dapat membantu mencapai tujuan investasi kita, karena ditunjang dengan fasilitas, insight dan ekosistem yang mumpuni.
Pada perusahaan sekuritas inilah kita dapat membuka RDN untuk berinvestasi atau trading saham. Menurut data dari website resmi BEI, saat ini perusahaan sekuritas yang beroperasi di Indonesia sudah berjumlah 93 perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini tentunya yang sudah terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pentingnya bertransaksi pada perusahaan yang sudah terdaftar pada OJK agar kita terhindar dari investasi ilegal, investasi bodong dan sejenisnya.
Bagaimana cara memilih perusahaan sekuritas yang terbaik, tidak lagging, punya App sehingga anda bisa bertransaksi secara mobile atau di mana saja? Fee bertransaksi jual-beli? Pertanyaan-pertanyaan ini akan dibahas terpisah.

Setelah memahami cara memulai investasi saham, selanjutnya anda hanya perlu menyiapkan berapa modal yang ingin diinvestasikan dan membangun investment plan sesuai kebutuhan anda.
