Risk-Reward Ratio biasa disingkat RRR atau sekedar R, dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai Perbandingan Resiko-Imbalan atau rasio resiko-imbalan secara sederhana. Memanfaatkan R secara optimal dapat memberikan seorang trader prospek tentang berapa imbal/profit yang bisa diraih dibanding resiko (rugi) yang tentu datang bersamaan. Bagaimana ulasannya? Simak lebih lanjut!
Apa itu Risk-Reward Ratio?
Risk-Reward Ratio (R) memberikan prospek kepada seorang trader tentang berapa imbal/profit yang bisa didapatkan, dibanding resiko (rugi) yang tentu datang bersamaan.
Reward: Imbal, berapa imbal/profit yang bisa diraih dari sebuah trade.
Risk: Resiko, berapa equity/modal yang siap direlakan (cutloss) apabila trade tersebut tidak berjalan sesuai proyeksi.
Contoh R
Bila seorang trader siap untuk cutloss senilai Rp. 50.000 untuk mendapatkan prospek profit Rp. 100.000 dalam sebuah trade, R yang dijalankan adalah 1:2. Untuk setiap cutloss, prospek profit 2x lipat.
Penjelasan mendalam tentang cara menghitung, entry, exit dan lain-lain akan dibahas terpisah.
Cara Memanfaatkan R
Pada dasarnya, R dipakai untuk menentukan kapan harus masuk & keluar/entry &exit pada suatu saham yang sudah dianalisis sebelumnya. Apakah worth the risk? Ataukah hanya menghabiskan waktu & modal saja?
Berikut contoh serta penjelasan visual:

Gambar di atas merupakan contoh emiten CLEO, setelah dianalisis pergerakan harga saham dalam beberapa saat ke belakang, emiten CLEO ada dalam kondisi uptrend. (Nama emiten di sini hanya sebagai contoh)
Keputusan masuk/beli/entry pada harga 1430, dengan target profit pada harga 1590 & cutloss pada harga 1350. Beda harga target profit dengan harga entry yaitu 160, dan beda harga cutloss dengan beda harga entry yaitu 80. R yang dipakai di sini 1:2 (80:160).
Mengapa Risk-Reward Ratio penting?
Secara logika, semakin kecil R maka semakin baik, misalnya 1:1 atau 1:1,2. Namun dalam jangka panjang, R lebih dari atau sama dengan 1:2 akan lebih optimal, mengingat winrate juga mempunyai peran penting dalam strategi trading saham. Menang 1x lalu kalah 1x dengan 1:1 R berulang-ulang kali bukanlah sebuah trading plan yang baik.
Alasan berikutnya adalah R masuk ke dalam disiplin yang dapat dibangun seorang trader untuk meraih kesuksesan dalam trading saham. Banyak kesempatan dalam trading saham Indonesia yang mana seorang trader dapat merasa FOMO ketika proyeksi target profit ternyata melebihi harapan, misalnya 1:3 R sebagai trading plan awal namun harga saham tersebut naik sampai 1:5 R, sikap yang sebaiknya diambil adalah tidak greedy. Jangan dikejar, jangan entry ulang. Sebaliknya apabila trading plan tersebut tidak sesuai proyeksi namun seorang trader lupa/tidak menentukan cutloss, tentu depresi bisa saja menghampiri.
Kesimpulan
Risk-Reward Ratio merupakan alat bantu untuk membangun trading plan yang baik. Risk masing-masing individu tentu berbeda, assessment menyeluruh diperlukan sebelum memutuskan untuk entry dalam sebuah trade. Seorang trader yang disiplin akan menjadi pemenang dalam jangka panjang.
