You are currently viewing Stock Split Saham dan Keuntungannya Bagi Investor

Stock Split Saham dan Keuntungannya Bagi Investor

Stock split tidak hanya membantu perusahaan secara keseluruhan namun juga memberikan keuntungan kepada investor terutama investor retail. Bagaimana penjelasannya? Simak ulasannya lebih lanjut!

Beberapa tahun lalu ketika saya baru memulai berinvestasi saham, sering muncul pertanyaan ini dalam benak saya:
“Kalau sejak dulu (dengan anggapan sudah bertahun-tahun) harga saham emiten atau perusahaan A dihargai Rp400 ribu per lot, berarti investasi pada pasar modal sama saja dengan menabung biasa? Karena harga saham perusahaan berkisar pada harga “segitu” saja”.

Harga saham suatu perusahaan tentu dipengaruhi oleh banyak hal. Kinerja tahun berjalan, kondisi fundamental perusahaan, kondisi makro ekonomi di mana emiten itu berada, serta jumlah saham beredar yang berhubungan langsung.

Apa itu Stock Split?

Secara sederhana arti stock split adalah memecah saham yang sudah beredar agar jumlah keseluruhannya lebih banyak lagi pada pasar modal/bursa. Metode yang umum dipakai adalah dalam bentuk rasio, misalnya 1:5, atau 1:2 dsb. Artinya setiap 1 lembar saham akan menjadi 5 lembar saham, atau setiap 1 lembar saham akan menjadi 2 lembar saham. Secara bersamaan, harga saham pada pasar modal juga akan dihargai 5 atau 2 kali lebih rendah dibanding sebelum dilakukannya stock split.

Contoh Kasus

Jika anda memiliki 10 lot (1 lot = 100 lembar) saham perusahaan A, yang direncanakan dalam bulan depan perusahaan A akan menggelar stock split dengan rasio 1:2, maka setelah tanggal efektif secara langsung anda akan memiliki 20 lot saham perusahaan A. Harga saham A yang sebelumnya semisal dihargai Rp500 akan dihargai Rp250 untuk rasio 1:2.

Keuntungan bagi investor?

Kembali lagi pada pertanyaan dasar ini, tentu sebagai investor yang anda harapkan adalah mendapatkan return yang baik. Dengan dilakukannya stock split, saham yang sudah dihargai cukup tinggi pada pasar modal selama ini akan semakin liquid karena harga yang secara bersamaan akan semakin “terjangkau” dan menarik lebih banyak lagi investor retail atau investor dengan modal yang lebih terbatas.

Dengan semakin liquid saham tersebut diharapkan demand akan semakin tinggi dan memberikan return yang baik bagi anda investor.

Leave a Reply